Beternak Kambing Etawa (PE)
1. Latar Belakang
Pada
saat sekarang ini usaha ternak kambing masih menjadi pilihan untuk berbisnis,
khususnya jenis kambing Etawa atau Peranakan Etawa (PE). Kambing Peranakan
Etawa selain sebagai sumber daging, kambing ini juga diternak untuk diambil
susunya dan juga pupuk kandang. Jika dibandingkan dengan susu sapi, susu
kambing lebih mahal harganya. Produksi susu kabing Peranakan Etawa
berkisar 1 sampai 2 liter perhari (dengan manajemen dan pakan yang baik).
Supaya dapat memberikan hasil yang maksimal dan bisa menjadi investasi di masa
depan maka tata cara tradisional yang selama ini kami terapkan kami ubah ke
arah yang lebih professional lagi, upaya pengembangan tersebut harus dilakukan
melalui pendekatan kemitraan dengan lembaga kemasyarakatan yang memiliki
kemampuan di bidang pemeliharaan kambing dan lembaga penyedian dana yang dapat
memberikan bantuan dana.
2. Visi dan Misi
Visi dalam Usaha ini adalah "Menjadi pengusaha kambing etawa yang mampu
memenuhi kebutuhan pasar nasional"
Misi yang harus dilakukan yakni :
- Menciptakan Manajemen secara profesional
dan modern
- Membangun kemitraan dan jaringan yang
luas
- Memberikan kepuasan pelanggan dengan
pelayan dan mutu dari hasil yang berkualitas.
3. Pengembangan Usaha
Dalam usaha ternak kambing Etawa penghasil daging, susu, pupuk kandang, dan
juga kulit ini kami membidik selain pasar hewan di seluruh wilayah dalam
negeri Selain itu, untuk memasarkan hasil dari peternakan yang kami kembangkan,
kami juga membangun mitra kerjasama dengan warung sate, lembaga sosial yang
menyalurkan hewan qurban dan bagi masyarakat yang menyelenggarakan hajatan.
Untuk hasil susu kambing kami akan melakukan sosialisai tentang khasiat susu
kambing untuk kesehatan dengan harapan masyarakat akan membeli susu kambing
dari peternakan kami, yang nantinya bagi pembeli akan kami berikan member agar
tetap menjadi pelanggan tetap kami.
4. Analisis Usaha
- Masa produktif kambing betina dan pejantan adalah 5 tahun. Pembelian kambing etawa adalah kambing yang tergolong dara atau yang siap untuk beranak.
- Jadi penantian peternak tidak terlalu lama.Waktu pemeliharaan adalah 5 tahun
- Upah tenaga kerja adalah Rp. 600.000,- per bulan untuk satu pekerja.
- Induk dapat beranak 3 kali dalam 2 tahun. Dan dalam sekali beranak dihitung rata-rata 2 ekor per kelahiran. Kelahiran 1 dan 3 ekor per kelahiran diabaikan.
- Jumlah cempe yang dihasilkan selama 5 tahun adalah : 14 ekor X 1 induk adalah 14 ekor cempe.
- Angka kematian adalah 10%, sehingga diperkirakan kematian maksimal adalah 1-2 ekor cempe.
- Harga cempe mengacu pada criteria kambing standar yang terjadi dipasaran gringging Kediri. Harga kambing kepala hitam istimewa dikesampingkan. Karena harga tersebut tidak dapat dijadikan acuan dalam perhitungan ini.
- Pakan, selain menggunakan makanan hijauan juga menggunakan makanan tambahan ( kosentrat ) yang di buat sendiri.
- Lahan kandang memanfaatkan lahan sendiri, akan tetapi untuk kedepan dengan berkembangnya usaha akan menyewa lahan.
- Limbah padat dan urin akan digunakan dan dijual sebagai pupuk organik
- Sehubungan dengan VISI usaha, maka untuk hasil yang berkesinambungan akan dilakukan penambahan induk dalam setiap tahunnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar